MAKALAH
SPSS
DISUSUN OLEH : CINTIA
MAHARANI
NPM : 14500009
JURUSAN : DIII FARMASI
DOSEN PEMBIMBING : INDRA PUTRA S.E
UNIVERSITAS
MALAHAYATI
TAHUN
AKADEMIK 2014/2015
KATA
PENGANTAR
Segala puji hanya milik Allah SWT.
Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah
SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya penyusun
mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi tugas
mata kuliah komputasi yang berjudul SPSS.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang komputer
sebagai teknologi yang canggih di zaman modern ini dan menambah ilmu, yang saya
sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber informasi.Makalah ini di
susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan.Baik itu yang datang dari diri
penyusun maupun yang datang dari luar.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi
sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa Perguruan Tinggi
Malahayati.Saya sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari
sempurna. Untuk itu, kepada dosen pembimbing saya
meminta masukannya demi perbaikan pembuatan
makalah saya di masa yang akan datang dan mengharapkan
kritik dan saran dari para pembaca.
Bandar
Lampung,19 Desember 2014
Penyusun
DAFTAR
ISI
Cover ......................................................................................................................................
Kata Pengantar .....................................................................................................................
Daftar Isi ................................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................. ....
A.
Latar
Belakang ..........................................................................................................
B.
Rumusan
Masalah .....................................................................................................
C.
Tujuan
Penulisan ......................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................................
A.
Pengertian
spss ..........................................................................................................
B.
Window pada spss......................................................................................................
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan..................................................................................................................
B.
Saran............................................................................................................................
BAB IV
Daftar pustaka........................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan,
mengumpulkan, menganalisis dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistika
adalah ilmu yang berkenan dengan data. Statistika dibagi menjadi dua, yaitu
Statistika Deskriptif dan Statistika Inferensial. Statistika deskriptif
berkenaan dengan deskripsi data, misalnya dari menghitung rata-rata dan varians
dari data mentah; mendeksripsikan menggunakan tabel-tabel atau grafik sehingga
data mentah lebih mudah “dibaca” dan lebih bermakna. Sedangkan statistika
inferensial lebih dari itu, misalnya melakukan pengujian hipotesis, melakukan prediksi observasi
masa depan, atau membuat model regresi. Statistika
dalam arti sempit berarti kumpulan data berupa angka, penyajian data dalam
table dan grafik, bilangan yang menunjukan karakteristik dari kumpulan data.
Statistika dalam arti luas yaitu metode yang digunakan dalam pengumpulan dan
analisis data yang berupa angka-angka sehingga dapat diperoleh informasi yang
berguna. Statistika adalah suatu metode yang menjelaskan tata cara pengumpulan,
penyusunan, penyajian, penganalisaan, dan penginterprestasian data menjadi
informasi yang lebih berguna. (wikipedia).
Dalam materi Statistika Deskriptif, terdapat Regresi
dan Korelasi. Regresi dan korelasi digunakan untuk mempelajari pola dan
mengukur hubungan statistik antara dua atau lebih variabel.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang di atas, dapat di rumuskan sebuah permasalahan sebagai berikut:
1. Apa
pengertian SPSS?
2. Apa kegunaan
SPSS?
1.3. Metode Penulisan
Dalam
penulisan makalah ini kami menggunakan metode study kepustakaan yaitu proses
pencarian dan pengumpulan data dari buku-buku dan situs-situs yang berhubungan
dengan judul makalah yang kami buat.
BAB II
PEMBAHASAN
1.1. SPSS
FOR WINDOWS
SPSS adalah kependekan dari Statistical
Program for Social Science merupakan paket program aplikasi komputer untuk
menganalisis data statistik. Dengan SPSS kita dapat memakai hampir dari seluruh
tipe file data dan menggunakannya untuk untuk membuat laporan berbentuk
tabulasi, chart (grafik), plot (diagram) dari berbagai distribusi, statistik
deskriptif dan analisis statistik yang kompleks. Jadi dapat dikatakan SPSS
adalah sebuah sistem yang lengkap, menyeluruh, terpadu, dan sangat
fleksibel untuk analisis statistik
dan manajemen data, sehingga kepanjangan SPSS pun mengalami perkembangan, yang pada awal dirilisnya
adalah Statistical Package for the Social Science, tetapi pada
perkembangannya berubah menjadi Statistical Product and Service Solution.
Keunggulan dari SPSS for windows diantaranya adalah diwujudkan dalam menu dan
kotak-kotak dialog antar muka (dialog interface) yang cukup memudahkan
para user dalam perekaman data (data entry), memberikan perintah
dan sub-sub perintah analisis hingga menampilkan hasilnya. Disamping itu SPSS
juga memiliki kehandalan dalam menampilkan chart atau plot hasil analisis
sekaligus kemudahan penyuntingan bilamana diperlukan.
Dalam menunjang kerjanya, SPSS for
windows menggunakan 6 tipe window, yaitu : SPSS Data Editor, output Window,
Syntax Window, Chart Carousel, Chart Window, dan Help Window.
1.2.
PENGERTIAN DASAR
Konsep Data dalam SPSS
Karena SPSS merupakan paket program
untuk mengolah dan menganalisis data, maka untuk menjalankan program ini
terlebih dahulu harus dipersiapkan data yang akan diolah dan dianalisis
tersebut. Untuk bisa dimengerti oleh prosesor pada SPSS for windows, data tersebut
harus mempunyai struktur, format dan jenis tertentu. Setelah anda memahami
konsep data dan konsep window dalam SPSS for windows, hal lain yang perlu
diperhatikan dalam analisis adalah pemilihan prosedur yang sesuai dengan kasus
yang sedang dihadapi. Kesalahan dalam memilih prosedur tentunya akan
mengakibatkan hasil analisis yang diperoleh tidak sesuai dengan yang
diharapkan.
Struktur Data
Dalam SPSS, data yang akan diolah
harus dalam bentuk m baris dan n kolom. Tiap baris data dinamakan case (kasus)
dan tiap kolom data mempunyai heading yang dinamakan variable.
Nama
|
Gender
|
Alamat
|
Lahir
|
Angga cristian
|
Laki-laki
|
Purbolinggo
|
25/03/1996
|
Kholifah
|
Perempuan
|
Metro
|
21/02/1996
|
Vaizal maulana
|
Laki-laki
|
Tanggamus
|
08/05/1994
|
Ayu lestari
|
Perempuan
|
Kota
Aggung
|
11/04/1996
|
Yosua
|
Laki-laki
|
Pringsewu
|
30/09/1994
|
Struktur data diatas menunjukkan
listing data yang terdiri dari 4 variabel dan 5 case. Misal variabel-variabel
tersebut diberi nama NAMA, GENDER, ALAMAT dan LAHIR, maka NAMA dan ALAMAT
adalah variabel bertipe string, GENDER bertipe numerik dan lahir bertipe Date.
Missing Value
Missing value atau harga yang
hilang, adalah istilah yang digunakan oleh SPSS untuk mendeklarasikan data yang
hilang/tidak lengkap. Hal ini diperhatikan karena data yang hilang akan sangat
berpengaruh pada hasil pengolahan maupun analisis dari keseluruhan data. Sering
kita menjumpai ketidaklengkapan dalam pengumpulan data, misalnya pada
pengumpulan nilai test IQ suatu kelas dengan 50 siswa, dimana ada 3 siswa yang
tidak masuk pada salah satu hari test dari dua hari yang dijadwalkan. Tentunya
ketidakhadiran siswa tersebut akan mempengaruhi hasil analisis data kelas tersebut
secara keseluruhan. Untuk mengatasi hal ini, nilai test ketiga siswa harus
Ada dua jenis missing value yang dikenal
oleh SPSS, yakni :
a. User
missing value, adalah missing value yang nilai ditentukan oleh user (pemakai).
Seperti pada pendataan nilai test IQ di atas, ditentukan haraga 0 sebagai
missing value.
b. System
missing value, adalah missing value yang ditentukan secara otomatis oleh SPSS,
yaitu bilamana dijumpai harga yang ilegal, sepeti didapatinya karakter
alpabetic pada variabel numerik, atau perhitungan yang menghasilkan nilai tak
terdefinisikan pada perintah transformasi data seperti pembagian dengan 0.
Konsep Variabel
Dilihat dari bentuknya, variabel terdiri
dari:
a. Variabel Kualitatif, variabel
ini berbentuk klasifikasi atau kategori
Dalam tipologi dasar, variabel ini
dibedakan menjadi dua macam:
- Tanpa peringkat, Contoh (Surabaya,
Bandung, Jakarta), (Laki-laki, Perempuan),
(Hijau, Hitam, Merah).
- Dengan peringkat, Contoh: (Kurang,
Cukup, Baik), (Rendah, Sedang, Tinggi), (Pesuruh, Penyelia, Direktur).
b.Variabel Kuantitatif, Variabel ini
merupakan skor yang berwujud numerik.
Secara garis besar terdiri dari:
- Diskrit,
Contoh: jumlah siswa, banyak kasus, jumlah penduduk.
- Kontinue,
Contoh: tinggi badan, berat badan, jarak lempar, besar kaki.
WINDOW PADA SPSS FOR WINDOWS
Data Editor
Menu :
File, Edit, Data transform, Statistic,
Graphs, Utilities, Window, Help.
Data
editor adalah
window yang bersama output window pertama kali keluar pada saat pertama kali
dioperasikannya SPSS for windows. Window ini berwujud kotak-kotak persegi
(sel-sel) sejenis tampilan spreadsheet yang berfungsi sebagai sarana pemasukan
data, penghapusan, pengurutan dan berbagai pengolahan data aslinya.
Output Window
Menu:
File, Edit, Data transform, Statistics,
Graphs, Utilities, Window, Help.
Output window
adalah text window yang merupakan media
tampilan dari hasil proses yang dilakukan oleh SPSS prosesor. Setiap kali anda
melakukan pengolahan data pengolahan grafik, penganalisaan data maupun
perjalanan menu utilities, maka seluruh hasil proses tersebut akan ditampilkan
pada output window ini.
Syntak Window
Menu:
File, Edit, Data transform, Statistics,
Graph, Utilities, Window, Help.
Syntak Window
adalah text window yang digunakan untuk
menuliskan susunan perintah atau program dalam SPSS for windowa.
Chart Carousel
Menu: File,
Edit, Carousel, Window, Help.
Chart Carousel
adalah window yang digunakan untuk
menampilkan chart yang dihasilkan oleh SPSS.
Chart Window
Chart Window
adalah merupakan chart editor yang
digunakan untuk menyimpan, memanggil, memodifikasi dan mencetak chart yang
dihasilkan oleh SPSS.
Help Window
Help window digunakan untuk jika
anda mengalami kesulitan didalam menjalankan program SPSS. Dengan membuka file
menu ini maka anda dapat mengetahui fungsi tombol-tombol, kotak isian dan
lain-lain.
MENDEFINISIKAN VARIABEL
Pendefinisian variabel hanya dapat
dilakukan bila SPSS data editor sedang aktif. Pada pendefinisian variabel kita
dapat melakukan pemberian nama variabel sekaligus menentukan format dari
variabel tersebut. Aturan pemberian nama variabel tidak dapat secara langsung
diberikan, akan tetapi untuk pemberian nama variabel (kolom), di dalam sheet
SPSS terdapat dua pilihan antar lain Data View dan Variabel View.
Data view adalah merupakan hasil
dari pemberian nama atau pemberian variabel pada variable view. Sedangkan
variabel view merupakan salah satu cara untuk memasukkan nama variabel yang
selanjutnya akan diolah dalam program statistik SPSS. Oleh karena itu dalam
memasukkan variabel di kolom variabel View beberapa harus diperhatikan seperti
type variabel, label variabel, missing value dan format kolom.
Nama Variabel
Default dari variabel diawali
dengan suku kata VAR dan diikuti 5 digit angka (VAR00001,VAR00002,…).
Ketentuan-ketentuan dalam memberikan nama variabel adalah sebagai berikut:
·
Nama variabel harus
diawali dengan huruf
·
Tidak boleh diakhiri dengan tanda titik
·
Panjang variabel maksimal 8 karakter (u/ versi
tertentu, eq. versi 10)
·
Tidak boleh ada blank
atau spasi dan karakter spesial seperti !,?,’, dan *
·
Harus unik, yaitu tidak boleh ada nama
variabel yang sama
·
Tidak membedakan huruf
kecuali dengan huruf kapital (u/ versi tertentu, eq. versi 10)
·
Tidak boleh menggunakan istilah reserved
word (istilah yang sudah ada pada SPSS) yaitu, ALL, AND, BY, EQ, GE, GT,
LE, LT, NOT, OR, TO, dan WITH.
Tipe Variabel
Untuk menentukan type-type
variabel, lebar variabel (filed) dan jumlah angka bulat dan desimal.
Labels
Untuk menentukan label variabel dan
harga data label tersebut (jika diperlukan). Pada kotak variabel label,
anda bisa mengisikan label dari variabel. Sedangkan pada kotak value label,
terdapat dua kotak isian yaitu value (nilai yang akan dimasukkan) dan value
label (keterangan nilai, untuk keseragaman) dan 3 tombol pendukung yang
bisa digunakan untuk pendefinisian label berbentuk kategori. Misal: ketik 1 pada
value dan pria pada value label, terlihat tombol pendukung
berubah warna (aktif) setelah itu tekan tombol Add, terlihat keterangan 1=’pria’.
Artinya kategori pria diberi nilai 1. Jika anda ingin mengganti
pilih Change, dan pilih Remove untuk menghapus.
Mising Value
Untuk menentukan harga-harga dari
suatu variabel akan dideklarasikan sebagai missing value (user missing value).
Ada 4 pilihan dalam mendeklarasikan missing value, yaitu:
1. No missing value. Bila
variabel tersebut tidak menggandung missing value
2.
Discrete missing value. Bila variabel 1, 2 atau 3 buah missing value
anda tinggalkan mengisikan harga-harga missing value tersebut pada kotak yang
tersedia
3.
Range of missing value. Bila variabel tersebut mengandung missing value
yang berupa interval suatu bilangan. Misal: 5–10, anda tinggal mengisikan harga
terendah dan harga tertinggi dari interval tersebut
4. Range plus one discrete
missing value. Jika variabel tersebut menggandung missing value yang berupa
interval suatu bilangan dan sebuah harga missing sebagai harga alternatif lain,
misal: 7–9 atau 0.
MENJALANKAN SPSS FOR WINDOW
Untuk mengaktifkan SPSS for window
ikutilah langkah-langkah berikut:
1. Klik tombol Start
2. Arahkan pointer mouse pada menu program
3. Arahkan pointer mouse ke folder program SPSS dan klik mouse.
MENGINPUTKAN DATA
Setelah kita mendefinisikan
pada variable view, selanjutnya kita siap untuk menginputkan data.
Caranya yaitu dengan mengisikan
data sesuai dengan variable yang telah ditentukan.
MENYIMPAN FILE DATA
Setelah melakukan
pengisian data pada SPSS data editor, maka simpanlah dengan langkahlangkah berikut:
1. Klik menu File;
kemudian pilih Save… Atau tekan Alt-F kemudian S
2. Selanjutnya beri nama file,
misal: Latih, dan tempatkan pada direktori yang anda
kehendaki.Untuk tipe data
ekstensi file SPSS adalah sav, sehingga data tersebut tersimpan dengan nama lengkap Latih.sav
3. Tekan Ok diikuti
tombol Enter
MENGHAPUS DATA
- Menghapus isi sel
1. Pilih sel yang akan dihapus
isinya dengan baik
2. Pilih menu Edit;
kemudian pilih Delete (atau tekan tombol delete pada keyboard)
Untuk menghapus isi
sejumlah sel sekaligus blok sejumlah blok sejumlah sel yang akan dihapus, kemudian ikuti langkah 2.
- Menghapus isi sel satu kolom (variabel)
1. Klik heading kolom (nama
variabel) yang akan dihapus
2. Pilih menu Edit;
kemudian pilih Delete (atau tekan tombol delete pada keyboard)
Untuk menghapus sejumlah kolom,
maka klik sejumlah heading (nama variabel) yang
akan dihapus, kemudian ikuti langkah 2.
- Menghapus isi sel satun
baris (case)
1. Klik nomor case yang akan dihapus
2. Pilih menu Edit;
kemudian pilih Delete (atau tekan tombol delete pada keyboard)
Untuk mengapus sejumlah case,
maka klik sejumlah case yang akan dihapus,
kemudian ikuti langkah 2.
MENGCOPY DATA
- Mengcopy isi sel
1. Pilih sel (atau sejumlah sel)
yang akan dicopy
2. Pilih menu Edit,
kemudian pilih Copy atau cukup tekan Ctrl-C
3. Pindahkan penunjuk sel pada
sel yang akan dituju
4. Pilih menu Edit,
kemudian pilih Paste atau cukup menekan Ctrl-V
Hal yang perlu
diperhatikan dalam mencopy sis sel atau sejumlah sel adalah bahwa format hasil copy akan selalu menyesuaikan
dengan format variabel yang dicopy.
- Mengcopy isi sel satu kolom (variabel)
1. Klik heading kolom (nama
variabel) yang akan dicopy
2. Pilih menu Edit, kemudian
pilih Copy atau cukup tekan Ctrl-C
3. Klik heading kolom yang
dituju
4. Pilih menu Edit,
kemudian pilih Paste atau cukup menekan Ctrl-V
Untuk mengcopy isi sel sejumlah
kolom sekaligus, pilihlah sejumlah kolom tersebut dengan drag (blok) pada bagian heading.
- Mengkopi isi sel satu baris (case)
1. Klik nomor case yang akan
dicopy
2. Pilih menu Edit,
kemudian pilih Copy atau cukup tekan Ctrl-C
3. Klik nomor case yang dituju
4. Pilih menu Edit,
kemudian pilih Paste atau cukup menekan Ctrl-V
MENYISIPKAN DATA
- Menyisipkan Kolom
1. Pindahkan penunjuk sel pada
kolom yang akan disisipi
2. Klik menu Data,
Kemudian pilih Insert Variabel atau cukup menakan Alt-D kemudian tekan huruf V.
· Menyisipkan Baris
1. Pindahkan penunjuk sel pada
kolom yang akan disisipi
2. Klik menu Data,
Kemudian pilih Insert Case atau cukup menekan Alt-D kemudian tekan huruf I.
ANALISIS KORELASI
1. PENGERTIAN DASAR
Korelasi merupakan teknik analisis
yang termasuk dalam salah satu teknik pengukuran asosiasi / hubungan (measures
of association). Pengukuran asosiasi merupakan istilah umum
yang mengacu pada sekelompok teknik dalam statistik bivariat yang digunakan
untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel.Analisis korelasi
sederhana (Bivariate Correlation) digunakan untuk mengetahui keeratan
hubungan antara dua variabel dan untuk mengetahui arah hubungan yang terjadi.
Koefisien korelasi sederhana menunjukkan seberapa besar hubungan yang terjadi
antara dua variabel. Dalam SPSS ada tiga metode korelasi sederhana (bivariate
correlation) diantaranya Pearson Correlation, Kendall’s
tau-b, dan Spearman Correlation. Pearson
Correlation digunakan untuk data berskala interval atau rasio,
sedangkan Kendall’s tau-b, dan Spearman Correlation lebih
cocok untuk data berskala ordinal.
Dalam korelasi sempurna tidak
diperlukan lagi pengujian hipotesis, karena kedua variabel mempunyai hubungan
linear yang sempurna. Artinya variabel X mempengaruhi variabel Y secara
sempurna. Jika korelasi sama dengan nol (0), maka tidak terdapat hubungan
antara kedua variabel tersebut. Dalam korelasi sebenarnya tidak dikenal istilah
variabel bebas dan variabel tergantung. Biasanya dalam penghitungan digunakan
simbol X untuk variabel pertama dan Y untuk variabel kedua. Dalam contoh
hubungan antara variabel remunerasi dengan kepuasan kerja, maka variabel
remunerasi merupakan variabel X dan kepuasan kerja merupakan variabel
Y.Analisis korelasi sederhana (Bivariate Correlation) digunakan untuk
mengetahui keeratan hubungan antara dua variabel dan untuk mengetahui arah
hubungan yang terjadi. Koefisien korelasi sederhana menunjukkan seberapa besar
hubungan yang terjadi
antara dua variabel.
2. PROSEDUR BIVARIATE CORRELATIONS
Prosedur Bivariate
Correlations (korelasi bivariabel) digunkaan untuk menghitung koefisien
korelasi product moment Pearson dan dua buah koefisien korelasi tingkat
rank (yaitu : Speraman’s rho dan Kendall’s tau-b) beserta taraf
signifikansinya. Secara opsional anda juga bisa mendapatkan ukuranukuran
statistik univeriabel, kovarians dan deviasi cross product.
Untuk menjalankan
prosedur ini, dari menu pilih: Statistic → Correlate → Bivariate Maka
akan ditampilkan kotak-kotak dialog Bivariate Correlations.
Semua variabel numerik pada
file data Anda akan ditampilkan pada kotak daftar variabel.
1. Pindahkan dua atau lebih
variabel sekaligus ke kotak Variabels.
2. Klik OK untuk
mendapatkan Korelasi Pearson default yaitu menggunakan uji signifikansi
dwi-ekor.Untuk mendapatkan statistik-statistik univariabel tambahan khusus
untuk korelasi Pearson atau memodifikasi perlakuan case-case yang berharga
missing, klik tombol options.
ANALISIS REGRESI
1. PENGERTIAN DASAR
Korelasi merupakan teknik analisis yang termasuk
dalam salah satu teknik pengukuran asosiasi / hubungan (measures of
association). Pengukuran asosiasi merupakan istilah umum yang
mengacu pada sekelompok teknik dalam statistik bivariat yang digunakan untuk
mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel.
Analisis korelasi sederhana (Bivariate Correlation)
digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara dua variabel dan untuk
mengetahui arah hubungan yang terjadi. Koefisien korelasi sederhana menunjukkan
seberapa besar hubungan yang terjadi antara dua variabel. Dalam SPSS ada tiga
metode korelasi sederhana (bivariate correlation) diantaranya Pearson
Correlation, Kendall’s tau-b, dan Spearman Correlation. Pearson
Correlation digunakan untuk data berskala interval atau rasio,
sedangkan Kendall’s tau-b, dan Spearman Correlation lebih
cocok untuk data berskala ordinal.
Dalam korelasi sempurna tidak diperlukan lagi
pengujian hipotesis, karena kedua variabel mempunyai hubungan linear yang
sempurna. Artinya variabel X mempengaruhi variabel Y secara sempurna. Jika
korelasi sama dengan nol (0), maka tidak terdapat hubungan antara kedua
variabel tersebut. Dalam korelasi sebenarnya tidak dikenal istilah variabel
bebas dan variabel tergantung. Biasanya dalam penghitungan digunakan simbol X
untuk variabel pertama dan Y untuk variabel kedua. Dalam contoh hubungan antara
variabel remunerasi dengan kepuasan kerja, maka variabel remunerasi merupakan
variabel X dan kepuasan kerja merupakan variabel Y.
2. PROSEDUR LINEAR
REGRESSION
Regresi linear
adalah hubungan secara linear antara variabel dependen dengan variabel independen
yang digunakan untuk memprediksi atau meramalkan suatu nilai variabel dependen berdasarkan
variabel independen.
Spesifikasi minimum untuk
prosedur ini adalah:
· Satu variabel dependen
· Satu atau beberapa variabel
independen
Analisis Korelasi dan Regresi dengan Excel
- Untuk dapat menggunakan perintah data analisis:
- Aktifkan program Microsoft Excel hingga terdapat worksheet kosong.
- Klik File, Klik Menu Options,
- Sebuah kotak dialog Excel Options ditampilkan, dan klik menu add-ins,
- Dibagian bawah terdapat kotak Manage: Excel Add-ins. Klik icon Go.
- Check list Anaylsis Tool Pak dan klik Go
·
Regresi
Analisis regresi bertujuan untuk melihat pengaruh satu
variabel terhadap variabel lainnya.
Langkah-langkah membuat Regresi dengan menggunakan
excel:
1.
Ketik data X pada kolom B dan data Y pada kolom C
2.
Pilih Data pada menu utama
3.
Pilih Data Analysis
4.
Pilih Regression
5.
Klik OK Setelah muncul kotak dialog
·
Korelasi
- Analisis korelasi juga dapat digunakan dalam Excel.
- Korelasi menunjukkan keeratan hubungan antar variabel
- Keeratan tersebut dicerminkan dari nilai korelasi yang semakin tinggi.
- Nilai korelasi berada di antara 0 hingga 1
- Tanda nya dapat positip dan negatif
- Positip menunjukkan hubungan dua variabel searah sedang negatif menunjukkan hubungan kedua variabel berlawanan.
Langkah-langkahnya
membuat korelasi dengan menggunakan excel:
- Pilih Data pada menu utama
- Pilih Data analysis
- Pilih Correlation
- Klik OK Setelah muncul kotak dialog
5. PERBEDAAN REGRESI DAN KORELASI
Pernyataan yang
sering kita dengan adalah bahwa regresi dimengerti dengan kata kunci pengaruh,
dan korelasi dimengerti dengan kata kunci hubungan. Pengertian sederhana itu
tidaklah salah, akan tetapi, tidak ada salahnya juga kita memahami secara lebih
lanjut tentang regresi dan korelasi.
Analisis korelasi berkaitan erat
dengan regresi, tetapi secara konsep berbeda dengan analisis regresi. Analisis
korelasi adalah mengukur suatu tingkat atau kekuatan hubungan linear antara dua
variabel. Koefisien korelasi adalah mengukur kekuatan hubungan linear. Sebagai
contoh, kita tertarik untuk menemukan korelasi antara merokok dengan penyakit
kanker, berdasarkan penjelasan statistik dan matematika, pada anak sekolah dan
mahasiswa (dst). Dalam analisis regresi, kita tidak menggunakan pengukuran
tersebut. Analisis regresi mencoba untuk mengestimasi atau memprediksikan nilai
rata-rata suatu variabel yang sudah diketahui nilainya, berdasarkan suatu
variabel lain yang juga sudah diketahui nilainya. Misalnya, kita ingin
mengetahui apakah kita dapat memprediksikan nilai rata-rata ujian statistik
berdasarkan nilai hasil ujian matematika.
-Regresi
Mempelajari
bentuk hubungan antar variabel mealui suatu persamaan. Persamaan yang digunakan
untuk melihat hubungan antar variabel adalah Regresi Linear Sederhana (RLS),
Regresi Linear Berganda (RLB), dan Regresi non Linear.Regresi bisa berupa
hubungan sebab akibat dan mengukur
seberapa besar suatu variabel mempengaruhi variabel yang lain, sehingga dapat
digunakan untuk melakukan peramalan nilai suatu variabel berdasarkan variabel
lain.
-Korelasi
Juga
mempelajari hubungan antar variabel, tetapi digunakan untuk melihat seberapa
erat hubungan antar dua variabel kuantitatif dilihat dari besarnya angka dan
bukan dari tandanya.Dengan menggunakan korelasi, kita dapat mengetahui arah
hubungan yang terjadi dalam dua variabel. Jika korelasi bertanda positif
artinya berbanding lurus dan jika bertanda negatif maka berbanding
terbalik.Korelasi tidak bisa menyatakan hubungan sebab akibat meskipun angka
korelasinya tinggi. Misal ada dua pernyataan:
1.
tanaman mati kekeringan di musim
kemarau
2.
pupuk kompos diberikan saat musim
kemarau
Dari kedua pernyataan di atas, kita
tidak dapat mengatakan bahwa pupuk kompos menyebabkan tanaman mati meskipun
korelasinya tinggi.
6. MANFAAT KORELASI DAN REGRESI
Kegunaan Analisis Korelasi dan Regresi. Dalam kebanyakan fenomena alam,
menaksir rerata populasi, atau menguji perbedaan dua rerata dengan teknik uji
statistika, baik yang memerlukan asumsi sebaran khusus (parametrik) mau pun
yang tidak ketat asumsi sebarannya (nonparametrik) menjadi tidak efisien dan
tidak efektif lagi. Hal ini disebabkan oleh banyaknya peubah yang berhubungan
dan saling menjelaskan antara yang satu dengan yang lainnya. Misalnya, kita
akan memperkirakan nilai jual sebuah rumah di suatu daerah tertentu. Kita dapat
mengambil sampel acak dari ratusan rumah yang ada dalam daerah tersebut,
kemudian kita menghitung rerata harga jualnya. Tetapi, menggunakan metode ini,
kita mengabaikan informasi yang mudah diamati, misalnya luas lantai, banyaknya
kamar tidur, banyaknya kamar mandi, dan umur rumah tersebut. Informasi ini akan
lebih bermanfaat kalau digunakan menaksir nilai jual rumah yang bersangkutan.
Dari latar belakang yang kita perhatikan di atas, metode atau analisis korelasi dan regresi merupakan topik penting untuk dibicarakan. Metode korelasi dapat mengukur kuatnya hubungan antara dua peubah yang sifat hubungannya simetris atau timbal balik Seperti metode korelasi; metode regresi sudah menjadi bagian integral dari setiap analisis data yang memperhatikan hubungan antara satu peubah tanggapan (response variable) dengan satu atau lebih peubah penjelas (explanatory variables). Istilah peubah tanggapan kadang-kadang juga disebut peubah terikat atau terikat (dependent variable), dan peubah penjelas disebut peubah penaksir (predictor variable) atau peubah bebas (independent variable). Penggunaan istilah ini biasanya disesuaikan dengan situasi peubah-peubah yang dipelajari hubungannya, dan juga selera penggunanya.
Dari latar belakang yang kita perhatikan di atas, metode atau analisis korelasi dan regresi merupakan topik penting untuk dibicarakan. Metode korelasi dapat mengukur kuatnya hubungan antara dua peubah yang sifat hubungannya simetris atau timbal balik Seperti metode korelasi; metode regresi sudah menjadi bagian integral dari setiap analisis data yang memperhatikan hubungan antara satu peubah tanggapan (response variable) dengan satu atau lebih peubah penjelas (explanatory variables). Istilah peubah tanggapan kadang-kadang juga disebut peubah terikat atau terikat (dependent variable), dan peubah penjelas disebut peubah penaksir (predictor variable) atau peubah bebas (independent variable). Penggunaan istilah ini biasanya disesuaikan dengan situasi peubah-peubah yang dipelajari hubungannya, dan juga selera penggunanya.
Pertama-tama kita akan membicarakan
masalah yang berkaitan dengan nilai rerata suatu peubah terikat Y (katakanlah
harga jual rumah) terhadap suatu peubah bebas X (misalnya luas lantai rumah)
dengan menggunakan hubungan linear. Model ini disebut model linear karena semua
peubah yang muncul dalam model itu berpangkat satu. Kalau dilihat dari
banyaknya peubah bebas dalam model, maka model itu disebut model linear
sederhana, karena hanya mempunyai satu peubah bebas.
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN
SPSS adalah kependekan dari Statistical Program for Social
Science merupakan
paket program
aplikasi komputer untuk menganalisis data statistik.
Dengan SPSS kita dapat memakai hampir dari
seluruh tipe file data dan menggunakannya untuk untuk
membuat laporan berbentuk tabulasi, chart
(grafik), plot (diagram) dari berbagai distribusi,
statistik deskriptif dan analisis statistik yang kompleks.
Jadi dapat dikatakan SPSS adalah sebuah sistem yang
lengkap, menyeluruh, terpadu, dan sangat
fleksibel untuk analisis statistik dan manajemen data,
sehingga kepanjangan SPSS pun mengalami
perkembangan, yang pada awal dirilisnya adalah Statistical Package for the
Social Science, tetapi pada
perkembangannya berubah menjadi Statistical Product and Service
Solution.
Keunggulan dari SPSS for windows diantaranya adalah
diwujudkan dalam menu dan kotakkotak
dialog antar muka (dialog interface) yang cukup memudahkan para user dalam perekaman data (data
entry), memberikan perintah dan sub-sub perintah analisis
hingga menampilkan hasilnya. Disamping itu
SPSS juga memiliki kehandalan dalam menampilkan chart
atau plot hasil analisis sekaligus kemudahan penyuntingan bilamana diperlukan.
B.
SARAN
Setelah mempelajari tentang spss ini, mahasiswa akan
lebih mendalami materi tentang spss dan bisa menjalankan aplikasi, yang
meliputi pengertian spss,window spss,dan jenis-jenis spss,contoh spss dll.